<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Indietainment</title>
	<atom:link href="http://nuryadin007.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nuryadin007.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Mar 2011 15:33:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nuryadin007.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Indietainment</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nuryadin007.wordpress.com/osd.xml" title="Indietainment" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nuryadin007.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Forum Ilmiah Guru Membentuk Profesionalisme</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2011/03/09/foforum-ilmiah-guru-membentuk-profesionalisme/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2011/03/09/foforum-ilmiah-guru-membentuk-profesionalisme/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 14:30:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Guru merupakan agen perubahan, sehingga peran guru sangat penting dalam membentuk karakter anak didik. Keberhasilan siswa tidak terlepas dari bagaimana guru menyiapkan materi pelajaran yang mudah dipahami dan melibatkan seluruh siswa. Sehingga perlu dirubah paradikma lama yang konsentrasi pendidikan itu tertuju pada guru (teacher center), sekarang harus dirubah dengan pola baru yaitu segala aktivitas pembelajaran [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=99&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>	<div id="attachment_100" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2011/03/forum-guru.jpg"><img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2011/03/forum-guru.jpg?w=300&#038;h=199" alt="" title="Forum Guru" width="300" height="199" class="size-medium wp-image-100" /></a><p class="wp-caption-text">Forum Guru</p></div><em>Guru merupakan agen perubahan, sehingga peran guru sangat penting dalam membentuk karakter anak didik. Keberhasilan siswa tidak terlepas dari bagaimana guru menyiapkan materi pelajaran yang mudah dipahami dan melibatkan seluruh siswa. Sehingga perlu dirubah paradikma lama yang konsentrasi pendidikan itu tertuju pada guru (teacher center), sekarang harus dirubah dengan pola baru yaitu segala aktivitas pembelajaran harus dipusatkan pada siswa (student center). </em><br />
Bertempat di Ruang Delta Graha di lingkungan Pemkab Sidoarjo, Forum ilmiah guru  diselenggarakan selama 3 (tiga) hari (10-12/11), dibagi menjadi 3 gelombang. Forum ini diikuti 200 guru mulai dari TK, SD, SMP, SMA dan SMK se-Sidoarjo yang merupakan perwakilan dari UPTD setiap kecamatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali didukung oleh Dindik Kabupaten Sidoarjo.<br />
	Tirto Adi, Ketua Pelaksana, menyebutkan bahwa tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan profesionalisme guru sekaligus sebagai peningkatan mutu para guru agar mempunyai keberanian untuk menampilkan inovasi dalam proses pembelajaran. Disamping itu diharapkan guru mampu membuat tulisan karya ilmiah.”Karya ilmiah yang terbaik akan kami ikutkan lomba, ditingkat kabupaten, propinsi maupun tingkat nasional”, ungkap.<br />
	Forum ini dikemas dari, oleh dan untuk guru, tidak ada kaitannya dengan ancaman dicabutnya sertifikasi bagi guru yang sudah mendapatkan sertifikasi namun tidak mampu untuk meningkatkan kinerja sebagai guru professional. Forum ini digagas sejak 2007, awalnya hanya semacam seminar kemudian berkembang menjadi sebuah forum ilmiah seperti sekarang ini, yang kemudian mendapatkan dukungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo sebagai proses untuk meningkatkan sumber daya manusia khususnya guru, tambahnya.<br />
	“Hampir seluruh Kepala Sekolah memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini, sehingga mereka memberikan kebebasan pada guru disekolahnya untuk ikut dalam forum ilmiah ini. Yang menjadi fasilitator dalam forum ini adalah guru-guru berprestasi yang pernah mengikuti lomba dan menang di tingkat Kabupaten, Propinsi dan Nasional”, tegasnya.<br />
	Beberapa peserta yang sempat diwawancarai Investigasi mengungkapkan bahwa mereka banyak belajar dari forum ini untuk meningkatkan profesionalisme dan kinerja, sehingga mereka berkeinginan untuk merobah pola lama dalam proses pembelajarannya menjadi pola baru yang lebih mengedepankan siswa atau lebih dikenal dengan istilah ‘student center’. (rief). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/99/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/99/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=99&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2011/03/09/foforum-ilmiah-guru-membentuk-profesionalisme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2011/03/forum-guru.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Forum Guru</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Paul&#8221; Si Peramal yang Menentukan Kemenangan Jerman</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/07/06/paul-si-peramal-yang-menentukan-kemenangan-jerman/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/07/06/paul-si-peramal-yang-menentukan-kemenangan-jerman/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 06:24:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[Seekor gurita mampu memprediksi siapa yang bakal jadi pemenang dalam sepak bola piala dunia, ada-ada saja! Tapi memang kenyataannya begitu dan gurita ini mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menebak siapa pemenangnya dalam suatu pertandingan, seperti misalnya ketika Argentina berhadapan dengan Jerman dalam perempat final Piala Dunia 2010, Sabtu (3/7). Siapa pemenangnya? Paul memprediksikan Jerman yang akan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=80&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seekor gurita mampu memprediksi siapa yang bakal jadi pemenang dalam sepak bola piala dunia, ada-ada saja! Tapi memang kenyataannya begitu dan gurita ini mampu membuktikan kepiawaiannya dalam menebak siapa pemenangnya dalam suatu pertandingan, seperti misalnya ketika Argentina berhadapan dengan Jerman dalam perempat final Piala Dunia 2010, Sabtu (3/7). Siapa pemenangnya? Paul memprediksikan Jerman yang akan jadi pemenang. Dan ternyata benar, Jerman menggunduli Argentina dengan skor 4-0. Ngomong-ngomong siapa sih Paul itu? Paul adalah panggilan keren dari seekor gurita penghuni Sea Life Aquarium di Oberhausen, Jerman, yang mempunyai kemampuan untuk memprediksi sebuah pertandingan sepak bola. </p>
<p>Meski hanya seekor Gurita, tapi kemampuannya tidak boleh diragukan, sang gurita selalu sukses memprediksi empat pertandingan Jerman sebelumnya. Jadi Paul menjadi incaran para pendukung Jerman untuk mengetahui apakah Jerman benar-benar akan menang. Dan yang lebih parah lagi prediksi Paul direkomendasikan bagi para petaruh. </p>
<p>Paul menjadi terkenal karena prediksinya seringkali tepat. Bagaimana cara Paul memprediksikan sebuah pertandingan? Caranya yaitu dua buah kotak kaca yang ditempeli bendera Argentina dan Jerman diisi kerang.<br />
Setelah itu Paul akan memilih kotak (yang sudah berisi bendera) mana yang akan menjadi pemenang, Pada pertandingan Jerman vs Argentina (3/7) mulanya Paul ragu-ragu kotak mana yang ia pilih dan sempat tak mau mendekati kedua kotak hampir selama satu jam, namun pada akhirnya kotak kanan yang bergambar bendera Jerman dipilihnya, dan ternyata prediksinya benar lagi. Untuk mengetahui bagaimana Paul memilih kotak yang berisi bendera, bisa dilihat pada video berikut ini. </p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://nuryadin007.wordpress.com/2010/07/06/paul-si-peramal-yang-menentukan-kemenangan-jerman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/4FW607BORN4/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Sea Life Aquarium tempat Paul berada menjadi ramai dikunjungi setiap kali sebelum pertandingan Jerman, hanya untuk mengetahui apakah Jerman akan menang? </p>
<p>Bahkan bukan pertama kali ini saja gurita &#8216;Paul&#8217; berusia 2 tahun itu mampu membuat prediksi dengan tepat. Pada pertandingan Jerman vs Inggris (skor 4-1), Jerman diprediksi menang dan ternyata benar, kemudian ketika meramalkan kemenangan atas Australia (4-0) dan Ghana (1-0) serta saat kalah dari Serbia (0-1).</p>
<p>Berikut ini saat Paul memprediksi kemenangan Jerman vs Inggris (skor 4-1):</p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://nuryadin007.wordpress.com/2010/07/06/paul-si-peramal-yang-menentukan-kemenangan-jerman/"><img src="http://img.youtube.com/vi/2oB6X7RD6kg/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Ternyata Sang Gurita &#8220;Paul&#8221; mempunyai insting yang benar-benar luar biasa dan juga si gurita ini rupanya juga penggemar sepak bola juga ya. Ayo bagi peramal-peramal di piala dunia sepak bola jangan sampai kalah dengan Paul. (an). </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/80/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/80/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=80&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/07/06/paul-si-peramal-yang-menentukan-kemenangan-jerman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Creativitas di Piala Dunia Sepakbola Afrika Selatan</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/06/18/creativitasism-di-piala-dunia-sepakbola-afrika-selatan/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/06/18/creativitasism-di-piala-dunia-sepakbola-afrika-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 07:26:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Ah, lagi-lagi soal vuvuzela. Siapa yang tak kenal dengan alat tiup yang satu ini, selain suaranya yang khas dan memekakkan telinga, vuvuzela ini dikenalkan di piala dunia sepakbola di Afrika Selatan ini. Kemunculannya yang baru pertama di ajang sepak bola piala dunia ini langsung membuatnya terkenal. Alat tiup, yang membuat penonton mencari-cari bunyi lebah saat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=74&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ah, lagi-lagi soal vuvuzela. Siapa yang tak kenal dengan alat tiup yang satu ini, selain suaranya yang khas dan memekakkan telinga, vuvuzela ini dikenalkan di piala dunia sepakbola di Afrika  Selatan ini. Kemunculannya yang baru pertama di ajang sepak bola piala dunia ini langsung membuatnya terkenal.  Alat tiup, yang membuat penonton mencari-cari bunyi lebah saat menyaksikan pertandingan dari Afrika Selatan, itu kini memperoleh publikasi internasional. Semua orang tahu vuvuzela. Sebagian karena merasa jengkel dengan suara yang dikeluarkan ketika alat itu ditiup beramai-ramai di stadion, dan disiarkan langsung ke seluruh penjuru bumi.</p>
<p>Tapi, bagi David Henson, fenomena vuvuzela itu ia terjemahkan ke sebuah parodi lagu. Mengadaptasi lagu Rihanna yang berjudul Umbrella, ia membuat lagu berjudul&#8230; ya apalagi kalau bukan Vuvuzela! Iramanya sudah pas, hahaha. Siapa sih Kang Henson? Nah, dia adalah seniman-komedian yang ditanggap BBC Radio Five Inggris di acara World Cup Express, acara komedi yang mengudara tiap Senin malam selama Piala Dunia 2010.Piala dunia sepakbola ternyata juga mengilhami seorang comedian pencipta lagu. Dia mengarang lagu-lagu plesetan yang syairnya memang sebagian berisi tentang persepakbolaan namun yang lain berupa kreasi umum. (Di Indonesia juga ada komedian yang suka mengubah syair lagu, yaitu Tim Lo, kenapa Tim Lo tidak mencoba untuk seperti itu ya he he he, barangkali David juga mampu menggugah Tim Lo untuk mengikutinya).<br />
Dengan menggunakan aransemen lagu-lagu terkenal selanjutnya diganti dengan syair lagu bikinannya. Unik dan sangat menarik sekali memang sehingga banyak bermunculan lagu-lagu bikinannya yang sangat variati dan digemari banyak orang. Untuk dapat menikmati lagu plintiran Vuvuzela ala David Henson bisa klik disini. Selain itu juga dapat dinikmati lagunya yang lain. </p>
<span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://nuryadin007.wordpress.com/2010/06/18/creativitasism-di-piala-dunia-sepakbola-afrika-selatan/"><img src="http://img.youtube.com/vi/8HmDVz1ED84/2.jpg" alt="" /></a></span>
<p>Saya kira pembaca yang budiman akan senang menikmati lagu-lagu tersebut sambil membayangkan Afrika Salatan&gt; </p>
<br />Filed under: <a href='http://nuryadin007.wordpress.com/category/arts/'>Arts</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=74&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/06/18/creativitasism-di-piala-dunia-sepakbola-afrika-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pembelajaran Jarak Jauh</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/04/19/pembelajaran-jarak-jauh-2/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/04/19/pembelajaran-jarak-jauh-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Apr 2010 01:11:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan biasanya dilakukan dengan mengadakan tatap muka langsung antara murid dengan guru, hal ini sering disebut sebuah pembelajaran konvensional. Dalam perkembangannya ke depan pembelajaran itu dapat dilakukan dengan dari jauh jadi antara murid dan guru tidak saling berjumpa dalam kelas, dengan menggunakan media internet pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih menyenangkan. Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=68&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/04/editing.jpg"><img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/04/editing.jpg?w=500" alt="" title="Komunikasi via skype"   class="aligncenter size-full wp-image-69" /></a><br />
Pendidikan biasanya dilakukan dengan mengadakan tatap muka langsung antara murid dengan guru, hal ini sering disebut sebuah pembelajaran konvensional. Dalam perkembangannya ke depan pembelajaran itu dapat dilakukan dengan dari jauh jadi antara murid dan guru tidak saling berjumpa dalam kelas, dengan menggunakan media internet pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih menyenangkan.<br />
	Pembelajaran jarak jauh ini dilakukan dengan internet sebagai media yang digunakan selain adanya perangkat lain yang mendukung diadakannya pembelajaran ini. Internet menjadi factor yang sangat penting karena semua mekanisme pembelajaran akan menggunakan ini, yaitu dalam proses interaksi antara siswa dengan guru, antar guru dan semua kegiatan itu dilakukan dengan menggunakan media ini. Jadi internet menjadi factor yang sangat penting dalam hal pembelajaran jarak jauh ini, demikian Donovan, Coordinator IT DBE 2 Jatim mengatakan.<br />
	Lanjutnya, karena factor internet ini menjadi prioritas utama untuk dapat diadakannya pembelajaran jarak jauh ini maka sekolah yang akan mengadakan model pembelaran ini harus mempunyai jaringan internet disekolahnya yang tentunya harus dapat diakses oleh seluruh siswa dengan baik. Hal berikutnya yang perlu dipikirkan oleh sekolah adalah guru-guru yang harus siap merubah konsep pembelajaran dari konvensional menjadi lebih modern, disamping itu guru juga harus menguasai beberapa software (perangkat lunak) yang digunakan untuk pembelajaran jarak jauh ini.<br />
	“Model pembelajaran jarak jauh ini telah dimodelkan di Mojokerto dan Tuban, kedua wilayah itu sebagai pilot project, kalau dalam 4 bulan ke depan berhasil maka mungkin dapat dilakukan ditempat lain. Kedua tempat itu selama ini dilakukan komunikasi melalui internet, dan sebagian tugas-tugasnya yang harus dilakukan oleh pendamping dan guru dampingan itu dilakukan lewat internet sehingga paling tidak mereka setiap hari harus menggunakan internet minimal 2 jam, untuk membaca tugas dan mengerjakan secara online”, ungkapnya.<br />
	Pengamat pendidikan, Sulistyo Harsono, menegaskan,”Pendidikan jarak jauh ini hanya akan dapat dilaksanakan bila pertama, guru itu tidak lagi gaptek, karena mereka harus mengenal dan menggunakan internet untuk media model pendidikan ini, kedua ada  perangkat untuk mengakses internet dengan mudah dan cepat, ketiga harus ada niat untuk berubah dalam proses pengajarannya”.<br />
	Selama ini belum ada sekolah di Sidoarjo ini yang murni melakukan pendidikan jarak jauh seperti yang dimaksudkan yaitu guru dan siswa tidak dalam kelas, tapi semua tugas  dan pelajaran yang diberikan guru itu dapat diambil di internet serta tugas yang dikerjakan siswa harus pula diletakkan dalam internet sehingga tidak terjadi tatap muka secara langsung antara guru dan siswanya. Namun hal ini memerlukan persiapan yang matang dan cermat karena kalau tidak maka model pembelajaran jarak jauh ini hanya akan ada ditataran ide saja dan tidak mungkin diaplikasikan di sekolah, semoga saja dengan rencana diadakan model pembelajaran seperti ini akan lebih sukses buat anak didik dan memudahkan juga bagi gurunya,  tambahnya. (Rief) </p>
<br />Filed under: <a href='http://nuryadin007.wordpress.com/category/1/'>1</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=68&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/04/19/pembelajaran-jarak-jauh-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/04/editing.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Komunikasi via skype</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TERAPI PSIKOLOGIS “Diving with Color”</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/02/05/terapi-psikologis-%e2%80%9cdiving-with-color%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/02/05/terapi-psikologis-%e2%80%9cdiving-with-color%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Feb 2010 10:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=62</guid>
		<description><![CDATA[Kebersamaan adalah hal yang termanis dimana saja di dunia ini, namun sekarang sudah sangat sulit sekali ditemukan. Karena kebersamaan yang disertai dengan persahabatan murni hampir hilang, yang ada sebuah bentuk pertemanan yang seringkali ditunggangi oleh kepentingan pribadi atau kelompok dengan berbagai alasan. Adanya kepentingan seperti kepentingan politik, ekonomi, kekuasaan, ketenaran, keamanan dan sebagainya menyebabkan persahabatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=62&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-bersama-anak-korban-lumpur-lapindo.jpg"><img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-bersama-anak-korban-lumpur-lapindo.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Melita bersama anak korban lumpur Lapindo" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-63" /></a><br />
Kebersamaan adalah hal yang termanis dimana saja di dunia ini, namun sekarang sudah sangat sulit sekali ditemukan. Karena kebersamaan yang disertai dengan persahabatan murni hampir hilang, yang ada sebuah bentuk pertemanan yang seringkali ditunggangi oleh kepentingan pribadi atau kelompok dengan berbagai alasan. Adanya kepentingan seperti kepentingan politik, ekonomi, kekuasaan, ketenaran, keamanan dan sebagainya menyebabkan persahabatan menjadi aneh.<br />
Seorang pelukis pengelana dari Sydney, Australia, Melita Ohram (26), mempunyai gagasan untuk mengadakan sebuah proyek kecil ‘Diving  With Color’ dengan menggabungkan anak-anak korban lumpur Lapindo dengan siswa akselerasi SMPN 1 Sidoarjo. Meskipun latar belakang mereka, yang satu tak terfasilitasi dan yang satunya lagi penuh dengan fasilitas, kondisi yang berbeda namun dapat bertemu dalam kegiatan ini. Banyak anak-anak korban lumpur lapindo yang mengalami penderitaan secara psikologis, sehingga memerlukan perhatian yang serius. Beberapa diantaranya ada yang cukup parah sehingga setiap hari selalu berteriak-teriak ketakutan dengan meneriakkan ‘lumpur ada lumpur, lumpur dating, ayah ibu lumpur datang’ dan masih banyak bentuk penderitaan psikologis yang lain. Kondisi seperti ini tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah apalagi para petinggi Lapindo. Beberapa orang tua korban lumpur Lapindo yang diwawancarai Investigasi membenarkan adanya kondisi seperti ini.<br />
<a href="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/img_7893.jpg"><img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/img_7893.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Melita Bersama Anak-anak korban Lumpur" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-64" /></a><br />
Kedatangan Melita sedikit membawa angin segar bagi anak-anak korban lumpur Lapindo, mereka diajak bersenang-senang dengan menyelami berbagai persoalan lingkungan secara sederhana dengan melukis diorama bawah laut dengan biotanya. Mereka mendisain, menggaris, menggunting, melipat, merekat kemudian mewarnai bersama. Disini tampak keceriaan anak-anak korban lumpur Lapindo yang melakukan kegiatan ini secara bersama-sama. Kenapa gagasan harus dicetuskan oleh seorang Melita yang jauh-jauh datang dari Australia untuk berempati dengan anak-anak korban lumpur Lapindo.<br />
<a href="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-dan-kirana.jpg"><img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-dan-kirana.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" title="Melita dan Kirana" width="300" height="225" class="aligncenter size-medium wp-image-65" /></a><br />
Kirana Kejora, penulis lepas, mengatakan,”Kegiatan ini dilakukan dengan swadaya dan swadana oleh Melita dan dibantu oleh beberapa kawan-kawan seniman Indonesia yaitu Cak Ugeng pelukis sembur dari Pasar Seni Sidoarjo, Gembel HST, seniman Surabaya, Dar Ganden perupa dari Tanggungangin yang tinggal dekat tanggul dan siswa akselerasi dan SBI SMP 1 Sidoarjo”.<br />
Kegiatan ini hanya sebuah kerja kecil, namun mempunyai dampak psikologis yang besar dimana anak-anak Porong merasa masih ada yang memperhatikan dan peduli meski hanya melukis bersama. Diving with Color mempunyai makna menyelami kehidupan bersama meskipun dengan latar belakang yang berbeda, mereka tidak hanya sekedar mewarna bersama tapi mengenali warna kehidupan masing-masing. Dengan kegiatan ini anak-anak korban lumpur Lapindo tampaknya cukup begitu senang, minimal kegiatan ini dapat menyembuhkan trauma psikologis mereka meskipun hanya sedikit, ungkapnya. (ariefnuryadin)</p>
<br />Filed under: <a href='http://nuryadin007.wordpress.com/category/arts/'>Arts</a>, <a href='http://nuryadin007.wordpress.com/category/general/'>General</a>, <a href='http://nuryadin007.wordpress.com/category/news/'>News</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/62/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/62/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=62&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2010/02/05/terapi-psikologis-%e2%80%9cdiving-with-color%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-bersama-anak-korban-lumpur-lapindo.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Melita bersama anak korban lumpur Lapindo</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/img_7893.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Melita Bersama Anak-anak korban Lumpur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2010/02/melita-dan-kirana.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Melita dan Kirana</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>STRATEGI MENULIS SINOPSIS : DUA VERSI</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/11/03/strategi-menulis-sinopsis-dua-versi/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/11/03/strategi-menulis-sinopsis-dua-versi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 08:38:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Arts]]></category>
		<category><![CDATA[General]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Sinopsis atau synopsis berasal dari kata synopical yang artinya ringkas. Berdasarkan asal kata tersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baik fiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi. Sinopsis terdiri dari dua versi, yaitu (1) sinopsis yang ditulis untuk meringkas karya yang sudah ada atau sudah ditulis secara lengkap [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=58&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>     Sinopsis atau synopsis berasal dari kata synopical yang artinya ringkas. Berdasarkan asal kata tersebut, sinopsis diartikan: ringkasan suatu materi tulisan yang panjang (baik fiksi maupun non-fiksi) dan sinopsis itu sendiri ditulis dalam bentuk narasi. Sinopsis terdiri dari dua versi, yaitu (1) sinopsis yang ditulis untuk meringkas karya yang sudah ada atau sudah ditulis secara lengkap dan (2) sinopsis yang yang ditulis untuk persiapan menulis suatu gagasan yang akan dituangkan dalam bentuk fiksi maupun non-fiksi.<br />
Tulisan berikut ini akan membahas secara singkat stategi menulis synopsis dua versi untuk materi yang berbentuk fiksi yang telah menjadi suatu karya maupun yang masih berupa ide atau gagasan.<br />
Salah Kaprah<br />
     Ada pihak yang beranggapan bahwa sinopsis itu hanya meringkas karya yang sudah ada atau buku yang yang sudah terbit. Padahal ada versi lainnya, yaitu ringkasan sebuah ide atau gagasan untuk direalisasi menjadi sebuah karya yang utuh. Siapa pun yang ingin menjadi penulis maupun pengarang buku dan menjual karyanya ke penerbit, harus punya kemampuan menulis sinopsis. Demikian pula bagi penulis skenario yang ingin menjual karyanya ke produser. Karena sinopsis merupakan sellingpoint (nilai jual) suatu karya untuk dipertimbangkan oleh pihak-pihak yang akan membelinya (naskah buku dibeli oleh penerbit, skenario dibeli oleh produser film). Biasanya, pihak penerbit akan menggunakan sinopsis sebagai blurd on the backcover. Blurd adalah pujian atau uraian singkat isi buku sebagai iklan, agar diminati pembaca. Bagi produser film, blurd akan dikutip untuk diterbitkan dalam bentuk poster yang disertai ilustrasi bagian adegan film yang paling menarik dijadikan iklan agar film tersebut dibanjiri penonton.<br />
     Di luar negeri, khususnya di AS, Eropa dan Australia, menawarkan sinopsis merupakan hal yang lazim bagi para penulis.Penawaran tersebut ditujukan kepada para agen (syndicate) naskah yang nantinya akan menjual karya para penulis kepada penerbit. Di Indonesia setahu saya, belum ada agen professional meskipun ada suatu lembaga yang menamakan usahanya sebagai ‘bank naskah’. Itulah sebabnya, para penulis maupun pengarang Indonesia menjual karya mereka langsung ke penerbit tanpa melalui syndicate.<br />
Sebaliknya, bila Anda menulis sinopsis bacaan (buku) yang telah terbit, juga harus mengandung selling-point, agar banyak dibaca orang. Karena sinopsis tidak sekadar ringkasan, melainkan juga penjelasan yang informatif. </p>
<p><strong>Dasar-Dasar Menulis Sinopsis</strong><br />
     Berikut ini strategi menulis sinopsis sebuah karya dan menulis sinopsis sebuah ide atau gagasan:<br />
Menulis Sinopsis Sebuah Karya<br />
1. Membaca dengan seksama karya yang akan dibuat sinopsis<br />
2. Ambil intisari (extract/substance) karya yang dibaca untuk dijadikan inti ringkasan<br />
3. Tulis dengan bahasa yang mengalir (khas Anda) seperti sedang mendongeng<br />
4. Menulis sinopsis adalah melakukan retold (menceritakan kembali)<br />
5. Sinopsis sebuah buku idealnya antara 500 – 1.000 kata roman, komidi, criminal, horror dsb (Jangan<br />
    Bertele-tele)<br />
6. Perlu ilustrasi (cover buku)<br />
7. Dipublikasi di media-massa / untuk umum<br />
8. Tidak mencantumkan biodata penulis<br />
9. Sinopsis bukan resensi </p>
<p><strong>Menulis Sinopsi Ide/Gagasan</strong><br />
1. Menulis plot-plot ide/gagasan yang akan ditulis sebagai selling-point<br />
2. Tegaskan, target – sasaran ide<br />
3. Tulis dengan gaya tulisan Promosi yang bersifat merayu agar pihak penerbit /produser tertarik<br />
    membelinya untuk diterbitkan/ diproduksi<br />
4. Tonjolkan dengan jelas, apa yang akan dijual: cinta, parodi, satire, roman, komidi, criminal, horror dsb<br />
5. Panjang sinopsis 750 – 1.500 kata<br />
6. Tulisan dibuka dengan trigger – sebagai daya tarik<br />
7. Mencantumakan biodata penulis/pengarang sebagai selling point<br />
8. Sinopsis ini sebagai cikal bakal karya yang akan ditulis/dikembangkan </p>
<p><strong>Bukan Hasil Browsing</strong><br />
     Bila Anda akan menulis sinopsis sebuah karya, tidak mungkin akan terwujud dengan baik apabila hanya mengandalkan sistem browsing pada waktu membaca karya tersebut. Yang benar adalah: (1) Membaca materi dengan seksama dan penuh konsentrasi; (2)Menyediakan waktu khusus untuk membaca; (3) Membaca dalam kondisi rileks – tanpa tekanan; (4) Pahami materi; (5) Pikirkan sinopsis yang akan ditulis siapa pembacanya? dan ; (6) Tulis sinopsis dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca.<br />
Sinopsis untuk ‘menjual’ ide atau gagasan, juga memerlukan konsentrasi yang serius agar dapat menonjolkan butir-butir selling-point. Untuik itu perlu: (1) Pemetaan materi yang akan dijual: siapa sasarannya?; (2) Sinopsis yang telah ditulis perlu disertai lembar-lembar presentasi detail gagasan sebagai pendukungnya; (3) Siap menerima kritikan dan melakukan revisi (apabila d i a n g g a p p e r l u o l e h penerbit/produser) bahkan mungkin merombak (re-writing); (4) Mempertimbangkan segi ekonomi (full-commercial atau flexible?) dan (5) Siap berbicara untuk mempresentasikan sinopsis.* </p>
<p><strong>STRATEGI MENULIS BUKU </strong></p>
<p>“…saya dengar ada yang mengeluh, menulis itu pekerjaan berat. Tetapi menulis adalah kesenangan terbesar dalam hidup saya dan itu hanya kematian yang dapat mengakhirimnya.”<br />
(Ernest Hemingway) </p>
<p><strong>Pengantar </strong></p>
<p>     Menulis buku yang ideal adalah bila hal itu dilakukan karena murni dorongan kata hati. Maksudnya, menulis buku bukan karena dipaksa oleh pihak-pihak tertentu di bawah ancaman atau karena terpaksa menjalankan tugas untuk menghindari suatu sanksi (tidak mendapat gelar) dan semacamnya. Bila keterpaksaan itu terjadi, maka buku yang ditulisnya dapat dipastikan kualitasnya diragukan. Baik itu kualitas cara penulisannya maupun isinya karena tidak dilandasi spirit, visi, misi dan tanggung-jawab moral.<br />
Idealnya, buku yang baik (apa pun jenisnya fiksi maupun non fiksi) seharusnya mengandung nilai-nilai luhur, bervisi dan bermisi yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral atau akademis sehingga bermanfaat bagi pembacanya. Manfaat itu antara lain meliputi: pengembangan wawasan, pengkayaan buah pikiran, memberi inspirasi dan motivasi hal-hal positif/untuk kemajuan, memancing opini (yang bersifat meningkatkan IQ) dan mengasah kepekaan (EI) atau paling tidak memberi hiburan yang sehat. Oleh karena itu, untuk bisa menulis buku ideal perlu berbagai pembekalan materi yang memadai(sesuai dengan tujuannya), pemikiran dan analisis yang dalam, konsentrasi khusus pada saat menulis dan tahu kemana saja arahnya buku yang ditulis tersebut disebarluaskan.<br />
     Buku, selain merupakan produk ilmiah, juga produk industri. Karena itu, buku harus dirancang agar punya pasar yang baik, mulai dari bentuk fisik, bahasa dan isinya.<br />
Mulai Dengan Berbagai Pertanyaan Cikal bakal buku adalah kitab-kitab yang menjadi sumber ajaran agama, moral dan pengetahuan bagi manusia, antara lain Al-Qur’an, Al Kitab dan Wedha. Semuanya ditulis dengan bahasa yang sangat indah dan sarat makna, seindah dan penuh makna isi yang ada di dalamnya. Karena kita tahu, buku-buku tersebut adalah karya Yang Maha Kuasa dan MahaAgung.<br />
     Dalam perkembangannya, manusia mampu menulis buku, diperkirakan sejak tahun 3000 Sebelum Masehi. Buku yang ditulisnya antara lain berisi mantera dan semacam obat atau jamu untuk keselamatan dan kesehatan, ilmu alam/ilmu bumi untuk kenyamanan dan pertahanan hidup serta serba-serbi boga termasuk aphrodisiac (perangsang nafsu birahi) untuk kesenangan dan kenikmatan. Kemudian berkembang, penulisan buku menjadi meningkat ragamnya, sesuai dengan perkembangan zaman yaitu di bidang matematika, fisika, sejarah serta sastra (sastra yang semula dilisankan kemudian ditulis). Yang jelas, semuanya itu dianggap sebagai sumber berbagai ilmu pengetahuan karena penulisnya memang bervisi dan bermisi demikian. Maka muncullah pepatah, buku gudangnya ilmu, buku jendela dunia.<br />
     Berdasarkan fakta tersebut di atas, maka siapa pun yang akan menulis buku, sebaiknya bertindak arif. Yaitu, sebelum menulis buku mulailah dengan pertanyaan dan jawab lah pertanyaaan yang ada dengan jujur. Maka jawaban-jawaban tersebut akan menentukan buku yang akan kita tulis.<br />
Pertanyaan-pertanyaan yang dimaksud antara lain:<br />
1.Mengapa kita menulis buku?<br />
2.Untuk siapa (pembaca) buku yang akan kita tulis?<br />
3.Jenis buku apa yang akan kita tulis?<br />
4.Berapa lama kita akan menulis (target waktu)?<br />
5.Seperti apa perwajahan, tata-letak dan penampilan buku?<br />
6.Penerbit mana yang kiranya akan jadi mitra kita (mau menerbitkan karya kita)?<br />
7.Kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memasarkan dan mempromosikan buku yang akan terbit?<br />
8.Acara peluncuran seperti apa untuk ‘merayakan’ terbitkanya buku? </p>
<p>     Semua pertanyaan tersebut perlu dijawab dengan seksama, jujur dilandasi pertimbangan pemikiran bahwa apa yang kita inginkan (menulis) buku harus tercapai dan buku tersebut dibaca oleh pembaca yang kita targetkan. Artinya, naskah yang kita tulis diterbitkan menjadi buku, kemudian didistribusikan dengan baik disertai pemasaran dan promosi yang memadai. Paling tidak, pada saat buku terbit diadakan acara peluncuran. Sehingga buku kita bisa sampai ke sasarannya seperti apa yang kita harapkan. Karena dalam kenyataannya (berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya), tidak semua buku yang telah diterbitkan (walau bagus) dipasarkan dan dipromosikan oleh penerbitnya. yang memadai. Bahkan tidak ada acara peluncuran, sehingga buku yang berkualitas baik pun menjadi kurang dikenal atau bahkan tidak diketahui oleh pembaca sama sekali. Ini jelas, mengakibatkan kekecewaan kita sebagai penulis.<br />
     Jalan keluarnya, untuk mengatasi timbulnya kekecewaan tersebut, penulis buku Change – Rheinald Kasali memberi tips bahwa penulis harus mampu mempromosikan karyanya melalui berbagai acara yang diciptakannya sendiri. Misalnya, berusaha meluncurkan buku (atas biaya sendiri atau bekerjasama dengan sponsor), menyelenggarakan temu pembaca, seminar, siaran di radio dan sebagainya. Dengan demikian, bukunya dapat dibaca oleh pembaca yang ditargetkan oleh si penulis. Dari berbagai kegiatan ini penulis akan mendapat kepuasan, paling tidak secara batin dan apalagi kalau mendapat uang.<br />
Dari Percept ke Concept dan Menjadi Text<br />
     Buku apa pun yang kita tulis, yang benar adalah bermula dari idea, menjadi percept (anggapan/pendapat) lalu berkembang jadi concept diwujudkan menjadi text atau naskah. Semuanya itu dapat terwujud karena adanya media utama yaitu bahasa yang merupakan perpanjangan otak (buah pikiran) untuk menyampaikan atau mengekspresikan konsep menjadi tulisan/teks. Bahasa dalam konteks ini berfungsi sebagai alat komunikasi dan informasi, yang disebut bahasa kedua (bahasa pertama adalah bahasa lisan) – demikian pendapat Robert K. Logan, ahli bahasa dan ahli fisika dari Universitas Toronto – Kanada.<br />
     Sebagai bahasa kedua, media untuk menulis, maka bahasa yang kita pergunakan untuk menulis ada standard dan ketentuan-ketentuannya. Ini tergantung, jenis buku apa yang akan kita tulis: fiksi atau non-fiksi? Jenis tulisan fiksi bermacam-macam dari yang bernilai sastra hingga pop. Demikian juga tulisan non-fiksi, ada yang bersifat pop dan ilmiah pop maupun ilmiah murni. Jenis-jenis tulisan tersebut menggunakan media bahasa yang berbeda. Kunci utamanya, setiap penulis harus kaya akan kosa kata dan menguasai betul bahasa tersebut sehingga dalam proses menulis tidak mengalami hambatan.<br />
Tahapan Penulisan dan Menjadi A Home Career Tahap ini merupakan proses kreatif dari seorang penulis. Kekreativannya dimulai dengan pada saat merencanakan menulis buku. Di AS maupun di Eropa pada saat ini, bila seseorang berniat menulis buku ditafsirkan akan menjalani kehidupan ‘sangat kreatif’ karena mampu:<br />
•Bekerja di rumah<br />
•Menjadi a home career (berkarir di rumah – biasanya orang berkarir selama ini identik dengan orang yang<br />
  selalu sibuk di luar rumah)<br />
•Menjadi direktur dan sekaligus manager bagi dirinya sendiri<br />
•Bagi kaum muda masih bisa melanjutkan studinjya sebagai pelajar atau mahasiswa<br />
•Memposisikan dirinya sebagai penulis profesional<br />
•Mendulang uang dari buah kesendirian, mau berpikir dan memperkaya pengetahuan (membaca)<br />
•Menjual ide melalui Strategic Thinking untuk menghadapi persaingan </p>
<p>     Bukan bermakssud menyombongkan diri, saya telah menjalani hidup sebagai a home career sejak tahun 80-an, dengan menggantungkan matapencaharian dari menulis.<br />
Apakah Anda juga mau memposisikan diri sebagai a home career dengan menulis buku? Bila jawabannya ‘yes’ atau masih ‘do not know’ &#8211; keduanya perlu mempersiapkan diri untuk menulis buku sebaik mungkin.<br />
Berikut ini langkah-langkah persiapan untuk menulis buku:<br />
1.Perencanaan<br />
2.Persiapan materi<br />
3.Proses penulisan<br />
4.Editing (Penyuntingan): isi dan bahasa<br />
5.Koreksi </p>
<p>Penjarannya:<br />
 menentukan jenis tulisan: Fiksi atau Non-fiksi<br />
•<strong>Perencanaan </strong> Fiksi bersumber dari imajinasi, pengamalaman hidup,<br />
•<strong>Persiapan materi </strong> pengalaman orang lain yang memberi inspirasi, bacaan dan sebagainya. Non-fiksi materinya bersumber dari fakta (penelitian lapangan atau literatur, laporan ilmiah, peristiwa, eksperimen dan sebagainya)•Proses menulis:  sesuai dengan perencanaan<br />
-<strong>Penulisan Judul</strong> (Kepala Tulisan/Karangan)  semula. Judul penting, sebagai pedoman isi tulisan (kecuali fiksi, judul bisa diganti-ganti) untuk buku ilmiah (non-fiksi)-Penulisan Isi (Tubuh Tulisan/Karangan)  diperlukan kelengkapan selain Daftar Isi juga: Sambutan, Kata Pengantar, Daftar Pustaka, Daftar Indeks, Catatan Kaki, Kolofon dan sebagainya (akan diberi contohnya) Daftar Isi, Catatan Kaki (bila perlu)-Untuk buku fiksi<br />
•<strong>Editing </strong><br />
 editing ini sangat penting untuk mencapai kualitas-Isi tulisan  tulisan fiksi maupun non-fiksi  editing ini sangat penting sebab menentukan kualitas-Editing bahasa  isi buku yaitu bahasa harus komunikatif, etis dan enak dibaca. Bahasa sebagai media untuk menulis buku juga memerlukan kelengkapan tanda baca yang tepat dan akurat.<br />
 semua naskah•Koreksi  yang akan diterbitkan menjadi buku memerlukan koreksi, tanpa kecuali. Kesalahan biasanya meliputi:<br />
 ini terjadi-Salah tulis  sejak tulisan masih berbentuk naskah (kesalahan dilakukan oleh penulis)<br />
 ini terjadi dalam-Salah cetak  proses pencetakan (Bukan kesalahan penulis)<br />
Pendalaman Tentang Teks<br />
Teks atau text (dalam bahasa Inggris) berasal dari kata tekto (bahasa Yunani) yang berarti weaving (bahasa Inggris) yaitu menenun atau menganyam. Maka apa pun hasil karya tulis kita, makalah atau buku adalah merupakan teks.<br />
1.Teks (karya tulis) bisa disebut teks apabila ia bisa dipahami oleh pembaca.<br />
2.Teks bisa disebut teks apabila ia menyampaikan arti (makna) atau isi yang mengandung nilai-nilai (ilmiah<br />
   atau sastra)<br />
3.Teks harus disampaikan melalui bahasa. Karena itu penguasaan bahasa sangat menentukan arti teks yang<br />
   kita tulis. </p>
<p>Teks-teks yang dimaksud tersebut tidaklah selalu murni dari pemikiran kita melainkan bisa saja diambil (dikutip) dari teks karya penulis di luar kita. Seperti dikatakan oleh Yulia Kristeva (filsuf, ahli teori bahasa, sastra dan psikoanalisa ) bahwa suatu teks itu merupakan mosaic dari teks-teks lainnya. Jadi sebuah teks itu tidak tertutup oleh system dan tidak berada dalam kesendirian. Maka bisa diragukan kebenarannya jika ada penulis yang mengatakan, “Tulisan saya asli pemikiran saya ….!” Padahal yang benar, ia terpengaruh oleh teks-teks yang pernah dibacanya. Pengaruh ini bukan berarti menjiplak atau meniru. </p>
<p>Berikut ini pengerian teks hubungannya dengan teks-teks lainnya:<br />
1.Intertekstualitas adalah hubungan satu teks dengan teks lain.<br />
2.Apa pun teks yang kita hasilkan, pastilah punya hubungan atau bersinggungan dengan teks karya orang<br />
   lain (terdahulu).<br />
3.Pada dasarnya selalu berlaku pepatah lama: Tak ada yang baru di bawah sinar matahari (nothing new<br />
   under the sunshine)<br />
4.Berkaitan dengan Butir 3, itu berarti bahwa teks yang Anda tulis selalu tidak lepas dari pemikiran orang<br />
   lain.<br />
5.Dalam penulisan ilmiah (academic writing), merujuk pendapat orang lain, memerlukan etika, dengan<br />
   menyebut sumbernya.<br />
6.Keterpengaruhan adalah salah satu bentuk intertekstualitas.<br />
7.Contoh-contoh:<br />
-Teks-teks karya ilmiah tentang filsafat:<br />
Postmodernisme berkaitan dengan modernisme. -Psikologi  Teks Lacan (Jacques) berkaitan dengan teks Psikoanalisis Sigmund Frued.<br />
-Ekonomi  Marxian berhubungan dengan karya Thomas Malthus, David Ricardo, Adam Smith dan sebagainya.<br />
 Karya Kenzaburo terkait dengan karya-karya-Fiksi  J.P. Sartre<br />
Daftar Pustaka<br />
Buku<br />
Logan, Robert K, 1995. The Fifth Language. Toronto: Stoddart<br />
Macey, David, 2001. The Penguin Dictionary of Critical Theory. England: Penguin Books<br />
Mintzbergm, Henry, 1994. Rise and Fall of Strategic Planning. England: Free Press<br />
Thompson, John.B, 2005. Filsafat Bahasa dan Hermeneutik (Penerjemah Dr. Abdullah Khozin Afandi). Surabaya: Visi Humanika.<br />
Website<br />
www.jjhome.com: How to Write A Book For Profit?<br />
www.qm2management.com: Strategic Thinking </p>
<p><strong>Sekilas: PENULISAN SKENARIO FILM </strong></p>
<p>     Ada beberapa surat masuk ke e-mail saya menanyakan tentang penulisan skenario film. Berikut ini rangkuman pertanyaan mereka dan jawaban saya.<br />
Apakah penulisan skenario film termasuk bagian dari creative writing?<br />
Benar. Juga, naskah drama radio, naskah drama dan teks iklan.<br />
Apakah setiap orang bisa menulis skenario atau hanya mereka yang berbakat saja?<br />
Menurut saya, siapa pun bisa menulis skenario asalkan ia mau latihan menulis skenario melalui kursus atau belajar sendiri. Bagi Anda yang mau belajar sendiri antara lain dengan cara membaca beberapa skenario yang telah difilmkan. Baik film Indonesia maupun film-film asing – misalnya garapan Hollywood. Skenario film Indonesia banyak dijual di berbagai toko buku. Misalnya, skenario film Ada Apa Dengan Cinta? Untuk skenario film-film Hollywood tentu saja ditulis dalam bahasa Inggris, bisa dibeli di toko-toko buku yang menjual buku-buku bahasa Inggris. Cari saja di rak Arts/Film.<br />
     Berapa lamanya seseorang harus belajar menulis skenario film dari nol (belum tahu apa-apa) hingga bisa menulis skenario bagus? Masing-masing orang berbeda. Ada yang cepat, ada yang lambat. Bagi yang serius ingin bisa menulis skenario film biasanya belajar dengan sungguh-sungguh. Selain melatih diri menulis, juga rajin membaca skenario film-film bermutu (yang diakui kritikus). Saya telah mempelajari puluhan skenario film dan yang sangat berkesan dalam benak saya adalah Suci Sang Primadona karya Arifin C. Noor dan Dance With The Wolves karya Kevin Costner. </p>
<p>Apa dasar-dasar untuk menulis skenario film?</p>
<p>Pertama-tama harus memahami isi cerita dan tokoh-tokoh )para pelakunya) yang akan ditulis dalam bentuk skenario. Langkah selanjutnya harus tahu teknik penulisan film lengkap dengan idiom-idiomnya (the lingo of the film) yang harus dicantumkan pada saat menulis skenario. Misalnya contoh-contoh berikut ini (silakan buka kamus untuk memahaminya!):<br />
- ESTABLISHING SHOT: wide-angle shot<br />
- TIGHT ON: close-up shot<br />
- ANOTHER ANGLE: a new viewpoint<br />
- CLOSER ANGLE: closer perspective<br />
- CLOSE UP: tight shot<br />
- CLOSE SHOT: tight shot<br />
- POV: point of view<br />
- RESERVE ANGLE: opposite of point of view, other person’s view<br />
- BACK TO: return to POV shot<br />
- FAVOR (CHARACTER’S NAME): focus on that character<br />
- CUT TO: end of a scene<br />
- DISSOLVE: old scene fading out and new scene fading in<br />
- FADE IN: image fades to new sceneM<br />
- FADE OUT: image fades to black<br />
- INSERT: text or picture inserted into a scene<br />
- PAN: camera moves from side to sise<br />
- HIGH ANGLE: camera shots from above<br />
- LOW ANGLE: shots from under subject/character<br />
- VOICE OVER (V.O): spoken narration<br />
- OFFSCREEN (O.S): character speaks offscreen<br />
- INDOOR/INTERIOR (INT): in the room/space<br />
- OUTDOOR/EXTERIROR (EXT): outside the room<br />
- MORE: the next page… </p>
<p>     Semuanya itu harus dipahami. Untuk lebih jelasnya, baca beberapa skenario yang telah difilmkan dan pelajari pula filmnya. Dengan demikian, waktu menonton film yang sedang Anda pelajari, Anda bukanlah sebagai penonton melainkan sebagai pengamat. Lakukan hal itu dengan sungguh-sungguh.<br />
Saya suka sekali melakukan hal itu pada suatu film yang memikat hati saya. Satu judul film bila saya tonton seharian. Bahkan ada yang berhari-hari, karena saya mengamati berbagai elementnya: setting, karakter, lighting, angle, dialog hingga ke property dan kostumnya. Teman saya pernah komentar, apa yang saya lakukan itu melelahkan baginya. Mungkin apa yang dikatakan teman saya benar. Karena, untuk mengamati sebuah film perlu konsentrasi dan perhatian sungguh-sungguh.  Apakah untuk menulis skenario film sebaiknya belajar formal – misalnya sekolah perfilman? Misalnya sekolah di mana?<br />
Sebaiknya demikian, menempuh pendidikan formal. Misalnya, Anda studi di IKJ – Jurusan Film. Alamat IKJ di Komplek Taman Ismail Marzuki – Jl. Cikini Raya No.73 Jakarta Pusat. Atau ambil kursus singkat di TVRI Pusat Jakarta. </p>
<p>Apakah Mbak Naning Pranoto belajar formal untuk menulis skenario?<br />
Pada mulanya saya hanya otodidak, belajar dari buku dan skenario yang ditulis oleh para sineas yang karya-karya berkualitas. Saya belajar menulis skenario secara formal justru setelah saya tidak aktif di film lagi. Yaitu, pada saat saya belajar creative writing di sebuah universitas di Australia akhir tahun 90-an, padahal saya aktif di film tahun 80-an. Tapi sekarang saya ingin terjun kembali ke film, untuk memproduksi film-film pendidikan. </p>
<p>Apakah skenario film sama dengan skenario sinetron?<br />
Saya mengamati beberapa skenario sinetron dan saya menyimpulkan bahwa skenario film dengan sinetron tidak sama. Skenario film ditulis lebih rinci dan detail. Sedangkan skenario sinetron tidak demikian, apalagi yang diproduksi dengan ritme ‘kejar tayang’. </p>
<p>Bagaimana memulai memulai menulis skenario?<br />
Mulai saja dengan membuat outline-nya dengan patokan:<br />
1. Lukiskan setttingnya (lokasi untuk pengambilan gambar)<br />
2. Lukiskan tokoh si antagonis yang lazim disebut hero-nya<br />
3. Lukiskan tokoh si protagonis yang lazim disebut ‘biang-kerok’nya<br />
4. Ringkas plot cerita dalam beberapa kalimat atau paling banyak 25 kata<br />
5. Kemukakan masalah yang dihadapi antagonis karena ulah protagonist<br />
6. Bagaimana perjuangan si antagonis untuk melawan protagonis atau berbagai kesulitannya?<br />
7. Apa yang menjadi klimaks cerita?<br />
8. Bagaimana akhir ceritanya?<br />
9. Nilai-nilai apa saja yang kiranya dapat diambil atau dinikmati oleh penonton?</p>
<p>Bagaimana cara menjual skenario film?<br />
Bila Anda punya skenario film bisa ditawarkan ke berbagai perusahaan film atau production house yang mau menerima skenario dari orang luar. Karena, sekarang ini pada umumnya mereka punya penulis ‘orang dalam’. Pengalaman saya, ketika aktif di film, belum pernah menawarkan skenario film yang saya tulis. Karena saya menulis berdasarkan pesanan. Tapi, bagi Anda yang memulai menulis skenario, bukan berarti sulit memasarkannya. Coba hubungi saja beberapa perusahaan film yang ada di Jakarta, misalnya Rapi Film, INDIKA, MD Film, SINEMART, itu yang saya tahu. </p>
<p>Apakah Mbak Naning Pranoto mau memberi contoh penulisan skenario film?<br />
Ya, Berikut ini contoh satu scene – skenario film yang saya adaptasi dari sebuah skenario film pendek yang pernah saya baca.<br />
Judul: KAWIN SIRI<br />
FADE IN<br />
1. INT. AIRPORT BAR – MALAM HARI<br />
ANITA dan YULIA, dua perempuan menawan, usia dua puluhan, mereka ini duduk di sebuah bar di sebuah Airport. BRAM, seorang lelaki tampan, usia tiga puluhan, berjalan, masuk ke dalam bar lalu mengambil tempat duduk yang tidak jauh dari ANITA dan YULIA. Ruang bar saat itu cukup lengang, diterangi lampu remang-remang. Musik lembut mengalun memenuhi ruangan bar.<br />
2. ANGLE ON ANITA AND YULIA<br />
ANITA: Yul, lihat lelaki itu …hem (TERPESONA).<br />
YULIA : Lelaki yang mana? (PENASARAN)<br />
ANITA : Itu tuh..yang baru duduk (MENUNJUK DENGAN EKOR MATANYA)<br />
YULIA : Oh…dia (KALEM). Sepertinya aku kenal.<br />
ANITA : (PENASARAN) Kenal di mana?<br />
YULIA : (SENYUM DIKULUM) Dia bekas suamiku!<br />
ANITA : (TERKEJUT, MEMBELALAK) Ha? Yang beneerrrr?<br />
YULIA : (TETAP SENYUM DIKULUM, TENANG) Kami pernah kawin siri.<br />
ANITA : Wowww..(MENUTUP MULUTYA YANG MENGANGA!)<br />
CUT TO… * </p>
<p>Naning Pranoto: Menulis Saja Seperti Bernafas<br />
Sumber: www.pembelajar.com </p>
<p>     Jika bicara topik creative writing, maka jangan ragu lagi, Naning Pranoto-lah pakarnya. Dialah satu di antara sedikit penulis yang benar-benar menekuni dunia creative writing, sekaligus secara formal belajar mengenai bidang tersebut di University of Western, Sydney, Australia. Mantan wartawan majalah Mutiara dan Kartini, serta mantan Pemimpin Redaksi majalah Jakarta-Jakarta ini sungguh-sungguh all out di bidang penulisan. Tak kurang dari 15 novel yang telah dia garap dengan judul-judul yang memukau, di antaranya: Mumi Beraroma Minyak Wangi, Miss Liu, Musim Semi Lupa Singgah di Shizi, Bella Donna Nova, Azalea Jingga, Angin Sorrento, Perempuan dari Selatan, Dialog Antar Dua Topeng, dan Wajah Sebuah Vagina. Bukan hanya bergerak di buku-buku fiksi, Naning Pranoto juga telah menulis buku nonfiksi berjudul Creative Writing – 72 Jurus Seni Mengarang (PM Pustaka, 2004) dan belasan buku panduan lainnya. </p>
<p>     Naning yang kelahiran 6 Desember 1957 di Yogyakarta ini juga tercatat sebagai salah satu pakar penulisan yang aktif membagikan ilmunya melalui berbagai workshop penulisan kreatif. Pelatihan-pelatihan menulis yang diadakannya terbukti diminati khalayak, terutama untuk teknik penulisan kreatif. Tampaknya, Naning menjadi satu di antara sekian banyak penulis yang sangat bergairah untuk melahirkan penulis-penulis baru, baik melalui ceramah-ceramah, pelatihan-pelatihan, termasuk mengadakan sejumlah lomba penulisan.<br />
Yang juga cukup khas dari seorang Naning adalah pada kemampuannya untuk terus menulis dalam dua ranah penulisan; fiksi maupun nonfiksi. Tampaknya, latar belakangnya sebagai jurnalis serta kekayaan imajinasinya memungkinkan hal tersebut. Suatu kemampuan mengawinkan dua dunia penulisan yang mungkin saja tidak dimiliki oleh banyak penulis umumnya. Nah, untuk mengetahui proses kreatif yang luar biasa tersebut, berikut wawancara Edy Zaqeus dari Pembelajar.com dengan pendiri situs Rayakultura.net ini: </p>
<p>Anda dikenal sebagai salah satu penulis yang sering mengadakan pelatihan menulis. Apa tujuan dan motivasi aktivitas tersebut?<br />
Pelatihan Penulisan Kreatif atau Creative Writing Workshop (CWW) yang sering saya lakukan tujuannya yang utama mengajak siapa saja gemar menulis. Karena selama ini banyak yang menyakini hanya mereka yang berbakat menulis-lah yang bisa menulis atau mengarang. Padahal tidak demikian. Siapa saja bisa menulis asalkan ia mau dan disiplin menulis, serta tahu apa yang mau ditulisnya. Memang, untuk menjadi penulis yang berkualitas harus banyak membaca. Tetapi bagi pemula, cukup menulis dari pengalaman-pengalamannya atau impian-impiannya dan sebagainya. Menulis itu banyak manfaatnya, selain untuk mengekspresikan butir-butir pemikiran, ide-ide atau gagasan untuk menjadi inspirasi pembacanya, juga sebagai terapi jiwa—semacam pelepasan dan pencerahan—paling tidak itu, yang saya rasakan.<br />
Seberapa besar minat masyarakat terhadap kegiatan semacam itu?</p>
<p>Menurut pengamatan dan pengalaman saya, animo masyarakat untuk menulis cukup baik, bahkan mengejutkan. Buktinya, setiap kali saya diundang untuk jadi tutor CWW pesertanya mbludak, bahkan sering sampai menolak. Pesertanya tidak hanya kaum muda saja tapi manula. Juga anak-anak. Saya membuka les privat menulis pesertanya selalu ada. Mereka datang ke rumah saya dan saya senang sekali, karena punya teman untuk sharing dan menjadi sumber inspirasi dan energi untuk terus berada di track yang sudah saya jalani di bidang penulisan.<br />
Biasanya, apakah pesertanya kemudian tergerak untuk berkarya?<br />
Setahu saya, mereka yang telah mengikuti CWW pada umumnya menulis. Bahkan tidak sedikit yang menulis naskah untuk diterbitkan menjadi buku. Tapi ada juga yang sekadar ikut, terus tidak menulis dengan alasan tidak punya waktu atau tidak in the good mood. Menurut saya, kalau memang mau menulis seharusnya tidak usah menunggu in the good mood, menulis saja seperti bernafas. Soal waktu memang kadang sulit bagi yang sibuk. Akhir-akhir ini saya juga merasa kekurangan waktu untuk menulis karena banyak kegiatan sosial.<br />
Ok, Anda termasuk penulis yang juga suka menggunakan judul kontroversial, seperti novel “Wajah Sebuah Vagina”. Seberapa besar kontribusi judul kontroversial bagi penjualan buku?<br />
Judul kontroversial tidak selalu mendongkrak oplag penjualan buku. Sekarang ini, buku bisa jadi laris karena tidak mutlak tergantung pada judul atau isi yang menarik. Melainkan, bagaimana buku tersebut ditangani secara baik marketingnya, promosinya, dan adanya peran media tertentu ysng memberitakan. Misalnya, menulis resensi, wawancara penulisnya, dll. Pasar sekarang ini bisa ramai melariskan suatu produk kalau didukung promosi. Penerbit di Indonesia belum mau mengeluarkan dana untuk promosi, bahkan untuk meluncurkan atau launching saja tidak mau. Jadi, penulisnya mesti ikut aktif, kalau perlu membiayai peluncurannya. </p>
<p>Belakangan, Anda juga merambah nonfiksi untuk buku-buku how to remaja. Apa motivasi membidik segmen tersebut?<br />
Saya menulis buku how to karena ingin memberi semacam ‘menu suplemen’ buat remaja yang akhir-akhir ini banyak mengkonsumsi bacaan semacam junkfood. Mereka perlu vitamin – ya berbagai pengetahuan tentang dunia remaja sebagai bekal memasuki gerbang dewasa. Sebab kalau hanya macam junkfood terus, mau jadi apa mereka? Tapi para pengelola toko buku saya lihat, lebih senang menghidangkan junkfood daripada buku-buku yang saya tulis. Saya tahu, buku-buku jenis junkfood di mana-mana diminati. Tapi, apa akibatnya kelak untuk kesehatan konsumennya? </p>
<p>Segmen itu menjanjikan?<br />
Sebetulnya buku-buku untuk remaja pasarnya cukup subur. Untuk buku saya, hasil penjualannya biasa-biasa saja karena tidak didukung promosi. Tapi, kalau buku itu saya jual sendiri di seminar-seminar yang digelar oleh yayasan saya, atau saya diundang oleh pihak lain, cukup laris. Mungkin, saya harus menjual sendiri buku-buku saya ha…ha…ha… Penulis merangkap pedagang! Saya pikir bagus, lalu apa pekerjaan penerbit? </p>
<p>Bergerak pada tulisan fiksi dan nonfiksi bukan hal mudah. Kiat Anda?<br />
Saya sebetulnya tidak pernah berpikir apakah saya pengarang yang menulis fiksi atau penulis yang menulis nonfiksi. Karena prinsip saya menulis! Menulis apa saja, seperti halnya saya suka membaca buku apa saja sejak saya masih usia dini. Sumber bacaan saya sangat variasi, apalagi selama saya tinggal di luar negeri, saya memanfaatkan waktu hanya untuk membaca dan belajar. Apa yang saya baca menjadi sumber tulisan saya. </p>
<p>Apa yang membuat Anda begitu produktif menulis?<br />
Faktor yang berpengaruh pada produktivitas saya adalah karena saya memang selalu terdorong untuk menulis, the strong will to do writing!. Selain itu, saya ini tipe manusia yang tidak bisa tidur lebih dari lima jam. Maka saya suka menulis, membaca, atau mendengarkan musik. </p>
<p>Dari mana ide-ide Anda datang?<br />
Ide-ide novel saya semuanya bersumber dari perjalanan hidup saya ketika bertemu dengan berbagai manusia dari berbagai bangsa. Misalnya, waktu saya tinggal di Sao Paulo dan di Rio de Janiero, Brazil, saya terinspirasi menulis dua novel yaitu Bella Dona Nova Bukan Telenovela dan beberapa cerpen yang isinya mengenai manusia, sosial, kebudayaan dan gaya hidup orang-orang Amerika Latin. Begitu juga waktu saya tinggal di Filipina, Belanda—apalagi di Australia—maka novel-novel saya selalu ber-setting luar negeri. Ada beberapa pihak yang menyindir saya ‘kebarat-baratan’– saya pikir, itu tidak benar. Saya hanya menulis apa yang saya tahu, saya lihat dan saya pahami…. </p>
<p>Pengarang mana saja yang mempengaruhi atau menginspirasi tulisan-tulisan Anda?<br />
Saya terpengaruh oleh karya-karya penulis pemenang nobel sastra, antara lain Garcia Marquez, Toni Morrison, Gunter Grass, Hemingway, Fulker – juga pengarang Timur Tengah seperti Nawal El Sadawi yang feminis. Puisi-puisi Jalalludin Rumi sangat merangsang saya untuk menulis bergaya puitis dan filosofis. Masih banyak lagi pengarang yang karyanya saya sukai.<br />
Soal dikotomi penulis idealis versus penulis pasar?Saya tidak terlalu memaknakan dikotomi tersebut. Tapi saya kagum kepada para penulis kaliber dunia yang punya semboyan: saya menulis untuk diri saya ha…ha…ha… Tapi nyatanya justru mereka ini menulis untuk siapa saja dan karyanya diterima, punya nilai yang luar biasa.<br />
Kalau disuruh pilih, Anda di posisi mana? Saya di posisi mana saja, tidak peduli. Hanya saya tidak mampu menjadi penulis yang mengikuti pasar. </p>
<p>Definisi penulis sukses?<br />
Penulis yang sukses? Dinilai dari segi mana dan apa?<br />
Di Indonesia pada umumnya sukses diartikan dengan ‘kemampuan meraup uang’. Bahkan segala hal yang laris, laku di pasar lalu dicap bagus. Jadi, kalau menurut saya, penulis yang sukses adalah penulis yang menulis berdasarkan misinya, punya misi tertentu, untuk kepentingan orang banyak – dan walau tidak dianggap oleh masyarakatnya ia tetap konsisten pada misinya.<br />
Lagi menggarap karya apa lagi nih?<br />
Saya sekarang sedang menggarap beberapa buku fiksi dan nonfiksi, khususnya Creative Writing untuk Tingkat Lanjut. Juga beberapa text-book. Sayangnya, saya sedang terikat pekerjaan yang membuat saya kekurangan waktu untuk menulis. Wah, kepala rasanya mau pecah, karena banyak yang ingin ditulis tapi waktunya tidak ada… Yang sedikit menyenangkan, baru saja kami meluncurkan buku yang ditulis oleh anak-anak SD yang pernah memenangkan lomba menulis kreatif yang kami selenggarakan. Judul bukunya: 10 Dunia, Refleksi dan Ekspresi Anak-anak Indonesia. </p>
<p>Kabarnya lagi mengadakan lomba penulisan lagi?<br />
Ya, yayasan kami, Garda Budaya didukung PT Rohto Laboratories Indonesia sedang menyelenggarakan Lomba Menulis Cerita Pendek bertema remaja, berhadiah total Rp 50 juta. </p>
<br />Posted in Arts, General  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=58&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/11/03/strategi-menulis-sinopsis-dua-versi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN MENJADI TONGGAK KEMAJUAN NEGARA</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/09/08/pendidikan-menjadi-tonggak-kemajuan-negara/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/09/08/pendidikan-menjadi-tonggak-kemajuan-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 05:14:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[1]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[Pendidikan menjadi indicator terhadap kemajuan sebuah Negara, kegagalan dalam menyelenggarakan pendidikan, apapun penyebabnya entah itu karena kurikulum yang selalu berubah setiap kali ganti menteri,kesejahteraan guru yang rendah dan sarana yang tidak mendukung, semua itu mengakibatkan kemunduran dan terbelakangnya sebuah bangsa sehingga sebuah bangsa yang maju salah satu indikatornya bisa dilihat bagaiana Negara itu berhasil dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=54&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Pendidikan menjadi indicator terhadap kemajuan sebuah Negara, kegagalan dalam menyelenggarakan pendidikan, apapun penyebabnya entah itu karena kurikulum yang selalu berubah setiap kali ganti menteri,kesejahteraan guru yang rendah dan sarana yang tidak mendukung, semua itu mengakibatkan kemunduran dan terbelakangnya sebuah bangsa sehingga sebuah bangsa yang maju salah satu indikatornya bisa dilihat bagaiana Negara itu berhasil dalam pendidikan, sehingga mampu  menyiapkan generasi yang cerdas, mampu menguasai teknologi dan berwawasan luas </em><br />
	Dalam rangka menyiapkan generasi mendatang yang mampu menghadapi tantangan kedepan dan mampu bersaing di dalam era teknologi ini, maka SMP (Sekolah Menengah Pertama) Negeri I Sidoarjo telah mengubah strategi belajar mengajarnya, salah satunya adalah menggunakan konsep belajar yang disebut “Building Learning Power (BLP)” yang artinya membangun kekuatan konsep pembelajaran yang berdasarkan 4 (empat) konsep dasar bagaimana siswa menjadi pembelajar yang baik. Keempat konsep belajar tersebut adalah : 1. Belajar dengan kegembiraan, 2. Belajar dengan cara yang berbeda, 3. Belajar dengan banyak strategi yang berbeda, 4. Siswa mampu belajar secara mandiri maupun secara tim.<br />
“Konsep pembelajaran ini kami adopsi dari Singapura, dan dengan konsep ini mampu menjadikan sekolah ini maju dan banyak diminati oleh lulusan SD di Sidoarjo. Dan disamping itu banyak lulusan sekolah sini yang diterima di SMA favorit”, tegas Drs. Margono, M.Pd. Kepala Sekolah SMP Negeri I Sidoarjo.<br />
	Dengan konsep pembelajaran yang diterapkan di sekolahnya, Margono mampu menjadikan SMP Negeri I Sidoarjo ini menjadi salah satu sekolah yang bertaraf internasional dan lulusan dari sekolahnya sangat diperhitungkan. Bahkan siswa-siswinya banyak yang mampu berkomunikasi dengan bahasa Inggris, demikian pula guru-gurunya. Selain itu profesionalime guru dalam mengembangkan konsep pembelajaran BLP selalu ditingkatkan agar kedepan siswanya lebih siap dalam menghadapi era teknologi. <img src="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2009/09/img_0137.jpg?w=300&#038;h=225" alt="pembelajaran aktif di kelas " title="pembelajaran aktif di kelas " width="300" height="225" class="alignleft size-medium wp-image-55" /></p>
<br />Posted in 1  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/54/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/54/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=54&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/09/08/pendidikan-menjadi-tonggak-kemajuan-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://nuryadin007.files.wordpress.com/2009/09/img_0137.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">pembelajaran aktif di kelas </media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SELAMAT TINGGAL GAPTEK, WELCOME TEKNOLOGI</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/08/selamat-tinggal-gaptek-welcome-teknologi/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/08/selamat-tinggal-gaptek-welcome-teknologi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Jan 2009 09:15:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Special]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Di era teknologi seperti sekarang ini, guru sebagai agen perubahan harus mulai merubah konsep berpikir dari model pembelajaran konvensional menuju model pembelajaran yang berbasis teknologi. Sebagai agen perubahan sudah semestinya mengikuti perkembangan teknologi, karena anak-anak didik kita lahir di era teknologi sehingga yang namanya teknologi mutlak diperlukan. Dalam rangka memberikan pemahaman tentang teknologi khususnya ICT [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=26&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"> Di era teknologi seperti sekarang ini, guru sebagai agen perubahan harus mulai merubah konsep berpikir dari model pembelajaran konvensional menuju model pembelajaran yang berbasis teknologi. Sebagai agen perubahan sudah semestinya mengikuti perkembangan teknologi, karena anak-anak didik kita lahir di era teknologi sehingga yang namanya teknologi mutlak diperlukan. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Dalam rangka memberikan pemahaman tentang teknologi khususnya ICT (Information and Communication Technology) kepada guru-guru SD (Sekolah Dasar) di Tulangan Sidoarjo,<span> </span>DBE 2 Jawa Timur melalui tim ICT melaksanakan kegiatan roll out DALI (Developing Active Learning with ICT), yaitu sebuah pembelajaran aktif yang menggunakan teknologi. Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari (15-17/12/08) di PSBG Godong Kemanting SDN Kemantren I Tulangan Sidoarjo, diikuti sekitar 29 guru-guru yang berasal dari sekolah-sekolah yang menjadi binaan DBE 2 Jatim dan aktif di PSBG tersebut. Adapun sekolah-sekolah diantaranya adalah SDN Kemantren I, SDN Kemantren II, SDN Kepuh Kemiri, SDN Grogol, SDN Grinting, MI Grinting, MI Darus Salam dan lainnya. Melihat keaktifan para peserta menandakan bahwa mereka sangat antusias dalam mengikuti pelatihan ini. Fasilitator dalam pelatihan ini berasal dari para guru yang sudah dilatih dalam TOT DALI di tingkat propinsi di Bangkalan beberapa waktu yang lalu, diantaranya adalah Yayok Purwianto, Sundari, dan Mashudi Munif. <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>ICT Asistant DBE 2 Jawa Timur, Sujoko mengatakan, “Para peserta kegiatan ini cukup variasi, banyak diantaranya belum mempunyai pengalaman dalam mengoperasikan komputer, bahkan sebagian belum pernah sama sekali, dalam pelatihan ini mereka mulai tertarik untuk mencoba menggunakan komputer (laptop) dan terlihat sangat menikmati dalam mengikuti kegiatan DALI. Bahkan mereka mulai menggunakan beberapa program yang salah satunya Power Point, hal ini terlihat dari hasil presentasi mereka menggunakan Power Point dengan menggunakan animasi yang cukup menarik”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Para peserta tidak hanya mempelajari bagaimana mengoperasikan komputer namun mereka lebih ditekankan pada metode pembelajaran dengan menggunakan komputer terbatas. Artinya mereka dapat memaksimalkan penggunaan komputer dalam proses pembelajaran dikelas, meskipun disekolah hanya mempunyai 1 (satu) komputer maka dapat digunakan secara maksimal, seperti untuk pembuatan sumber belajar digital, media pembelajaran yang disesuaikan dengan lingkungan sekitar, dan pembuatan iklan digital.<span> </span>Diharapkan semua itu akan memberikan pengalaman bagi guru untuk menunjang proses pembelajaran di kelas bersama muridnya. Dengan metode pembelajaran yang baru dan lebih menarik sehingga siswa akan dapat mengikuti pelajaran lebih baik dan berprestasi dalam pendidikannya, ungkapnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Selanjutnya Pengawas TK/SD dari dinas UPT Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Drs. H. Achsan, menegaskan, “Kami sangat mendukung adanya pelatihan seperti ini, karena akan sangat bermanfaat bagi guru SD untuk peningkatan pengetahuan mereka sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolahnya dan peningkatan prestasi bagi muridnya. Image para guru sementara ini mereka enggan untuk menggunakan komputer dalam proses pembelajaran dikarenakan takut rusak, biaya mahal, sehingga mereka tidak mau untuk menggunakan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan mereka lebih berani untuk mamaksimalkan penggunaan komputer disekolahnya”. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span>Selaku pengawas TK/SD di Tulangan ini saya akan membawa PSBG yang lain yang menjadi binaan saya untuk melakukan studi banding ke PSBG Godong Kemanting agar mereka mau belajar untuk memperluas pengetahuan mereka dalam hal teknologi, Karena image yang berkembang selama guru SD banyak yang enggan mempelajari teknologi, dengan berbagai alasan. Maka dalam era teknologi seperti sekarang ini kalau guru tidak mau belajar teknologi maka akan ketinggalan dengan muridnya sendiri. Saya sangat setuju dengan adanya pelatihan seperti ini, saya berharap pelatihan seperti ini akan terus berlangsung agar dunia pendidikan terus berkembang, sambungnya. <span> </span><span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;">Sudah bukan rahasia lagi bahwa dunia pendidikan adalah dunia yang sangat dinamis, dan guru sebagai agen perubahan seharusnya dapat mengimbangi dan mengikuti setiap perubahan khususnya yang terkait dengan dunia pendidikan, seperti halnya teknologi penggunaan komputer, memang sudah mutlak diperlukan untuk menunjang kemajuan pendidikan, sehingga mutu pendidikan dan prestasi siswa meningkat. Hal ini dikarenakan salah satu tugas guru adalah juga menyiapkan generasi mendatang yang lebih baik. Namun demikian keberhasilan dalam proses ini bukan hanya tanggung jawab guru saja, tapi juga tanggung jawab Negara. (Rief). <span> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;line-height:115%;font-family:&quot;"><span> </span></span></p>
<br />Posted in Special  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=26&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/08/selamat-tinggal-gaptek-welcome-teknologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BEGITU GURU BEGITU JUGA MURIDNYA</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/05/begitu-guru-begitu-juga-muridnya/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/05/begitu-guru-begitu-juga-muridnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 09:31:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Special]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[‘Guru kencing berdiri murid kencing berlari’ sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana seharusnya guru itu bersikap dan berperilaku. Maka begitulah murid akan mencontoh gurunya. Kalau seorang guru sudah melampaui batas dan memperlakukan muridnya dengan kasar dan sewenang-wenang, maka muridnya akan lebih kasar perilakunya dan akan menjadikan murid seorang egois, arogan, dan sewenang-wenang melebihi gurunya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=16&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>‘Guru kencing berdiri murid kencing berlari’ sebuah istilah yang<br />
digunakan untuk menggambarkan bagaimana seharusnya guru itu bersikap dan<br />
berperilaku. Maka begitulah murid akan mencontoh gurunya. Kalau seorang guru<br />
sudah melampaui batas dan memperlakukan muridnya dengan kasar dan<br />
sewenang-wenang, maka muridnya akan lebih kasar perilakunya dan akan menjadikan<br />
murid seorang egois, arogan, dan sewenang-wenang melebihi gurunya yang<br />
memberikan contoh seperti itu. Guru seharusnya memberikan suri tauladan yang<br />
baik, dalam bersikap maupun berperilaku sehingga akan membuat murid bersikap<br />
dan berperilaku sama baiknya, bahkan akan lebih baik melebihi gurunya. </em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Berdasarkan<br />
keluhan yang disampaikan wali murid dan keluhan dari murid-murid SDN Sumorame<br />
kepada Investigasi, bahwa seorang guru olah raga dari SDN Sumorame, Candi<br />
Sidoarjo yang berinisial AF telah memperlakukan muridnya dengan kasar yang<br />
sebenarnya tidak pantas dilakukan oleh seorang guru. Guru tersebut telah mendorong<br />
muridnya hingga berdarah dan kesakitan. Hal ini dilakukan ketika ia marah<br />
terhadap muridnya di waktu mengajar olah raga, saat ia melihat muridnya<br />
melakukan kesalahan, rebut dengan temannya atau ulah muridnya yang dianggap<br />
salah oleh guru itu, maka tanpa menegur, atau memperingatkan muridnya, apalagi<br />
mencari siapa yang bersalah diantara temannya, ia langsung mendorong muridnya,<br />
terkadang sampai jatuh. Dan kebetulan salah seorang murid kelas I didorong<br />
sampai berdarah dan menangis kesakitan. Perbuatan seperti ini sebenarnya tidak<br />
boleh terjadi dan cara-cara mengajar dengan sikap seperti itu harus dirubah<br />
dengan cara lain yang lebih berperikemanusiaan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Ketika<br />
Investigasi menemui Kepala Sekolah SDN Sumorame, mengatakan,”Kami akan menindak<br />
dengan tegas bila mendapati ada oknum guru yang melakukan tindakan kekerasan<br />
terhadap muridnya, selain itu akan diberikan sanksi sesuai dengan kesalahannya<br />
dan kalau perlu kasus ini akan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, namun<br />
selama ini tidak wali murid yang melaporkan anaknya diperlakukan dengan<br />
kekerasan.<span> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Lanjutnya, kami<br />
akan menyelidiki kebenaran informasi ini, kalau memang demikian maka akan kami<br />
lakukan teguran, sanksi bahkan sampai sanksi yang terberat yaitu dipecat. Guru<br />
tersebut akan menjadi perhatian kami, dan akan selalu mengontrol guru tersebut,<br />
saat mengajar atau praktek dilapangan, bila mendapati memperlakukan muridnya<br />
dengan kekerasan maka akan kami beri sanksi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Lebih lanjut<br />
Investigasi menemui pengamat pendidikan, Bambang, menegaskan,”Tindak kekerasan<br />
dalam bentuk apapun kepada murid itu tidak diperbolehkan apalagi dilakukan oleh<br />
seorang guru. Itu sudah melanggar HAM dan Undang-Undang perlindungan Anak. Guru<br />
sekarang harus memperlakukan muridnya dengan sikap yang baik dan menjadi suri<br />
tauladan, murid jangan dijadikan obyek kemarahan guru, murid harus diperlakukan<br />
sebagai pembelajar yang mempunyai hak untuk mendapatkan pendidikan dengan baik”.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;">Kalau ada guru<br />
yang bertindak demikian silahkan dilaporkan kepada kami dengan disertai<br />
bukti-bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, maka akan kami proses secara<br />
hokum. Kami sangat menyesalkan bila ada sikap dan kelakuan guru seperti itu,<br />
apalagi ini dilakukan kepada banyak murid dan bahkan ada yang sampai terluka<br />
dan berdarah itu sudah layak untuk dimeja hijaukan, tegasnya.</p>
<p><span style="font-size:12pt;font-family:&quot;">Seharusnya guru mempunyai prinsip<span> </span>‘Ing ngarsa sung tuladha, Ing Madya mbangun<br />
karsa, Tut Wuri handayani’, kalau prinsip itu dipegang maka kekerasan itu tidak<br />
akan terjadi dan guru dapat dijadikan panutan oleh murid-muridnya sebagaimana<br />
ungkapan “Guru itu digugu dan ditiru”.(nuryadin007)</span></p>
<br />Posted in Special  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=16&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2009/01/05/begitu-guru-begitu-juga-muridnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SINOPSIS</title>
		<link>http://nuryadin007.wordpress.com/2008/12/30/sinopsis-2/</link>
		<comments>http://nuryadin007.wordpress.com/2008/12/30/sinopsis-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Dec 2008 10:22:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nuryadin007</dc:creator>
				<category><![CDATA[Special]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nuryadin007.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[SYNOPSIS KESETIAAN SEORANG PEREMPUAN Keluarga Hendra boleh dibilang keluarga yang sederhana dan sangat harmonis. Mereka menjalani hidup dengan penuh kekeluargaan dan saling membantu satu dengan yang lainnya, meskipun Hendra hanya seorang industriawan meskipun bisnisnya hanya setingkat home industri. Hendra adalah seorang pekerja keras, ulet, dan tidak mudah menyerah. Ia juga sangat rajin dan disiplin, serta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=12&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE               MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:&quot;">SYNOPSIS</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;line-height:150%;" align="center"><span style="font-family:&quot;">KESETIAAN SEORANG PEREMPUAN</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Keluarga Hendra boleh dibilang keluarga yang sederhana dan sangat harmonis. Mereka menjalani hidup dengan penuh kekeluargaan dan saling membantu satu dengan yang lainnya, meskipun Hendra hanya seorang industriawan meskipun bisnisnya hanya setingkat home industri. Hendra adalah seorang pekerja keras, ulet, dan tidak mudah menyerah. Ia juga sangat rajin dan disiplin, serta terbiasa dengan kerng ja yang sistematis. Yang patut dibanggakan adalah Ia adalah seorang ayah yang menyayangi keluarganya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Elisa, istri Hendra seorang guru bidang studi bahasa Inggris, di SMPN favorit dikotanya, dan akan menjadi sekolah dengan standar internasional. <span> </span>Ia menjalani profesinya dengan bangga mempunyai obsesi yang tinggi untuk kemajuan pendidikan. Ia pada akhirnya diangkat menjadi kepala sekolah di SMPN tersebut dan menjadi sekolah standar Internasional yang menjadinya sangat terkenal. Banyak sekali anak didiknya yang menjadi juara pada lomba-lomba mata pelajaran science, dll. Ia sangat tegas dan juga disiplin di dunianya, menjalani profesinya dengan penuh kesungguhan dan konflik yang timbul di dalamnya, <span> </span>namun ia tetap seorang ibu yang begitu menyayangi keluarganya, terutama kedua anaknya, Bramatya dan Puspaningrum. Terkadang sedikit manja terhadap suami. Disamping itu Ia masih sempat menyalurkan hobi masaknya, sehingga setiap pagi rajin menyiapkan sarapan buat keluarganya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Bramatya anak pertama keluarga Hendra, berpenampilan cute, kalem, tapi tegas. Ia begitu smart, cerdas dan selalu menjadi the best dikelas III SMAN. Karena kecerdasan itulah ia sering diminta gurunya untuk menjadi tutor pada kawan-kawannya. Bram bercita-cita untuk menjadi dokter ahli bedah tulang. Roman dan konflik yang dialami bersama pacarnya menambah banyak permasalahan yang dihadapinya. Begitu lulus SMA dengan nilai terbaik dan Bram diterima diperguruan tinggi favorit, fakultas kedokteran. Romantika cinta di PT, menambah konflik dirinya dan belum lagi permasalahan yang ditimbulkan dalam keluarga. Bramatya pada akhirnya menjadi dokter bedah terkenal dan bekerja di rumah sakit internasional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Puspaningrum, anak kedua ini masih duduk dibangku SMP kelas II, tidak terlalu cerdas seperti kakaknya namun dengan kepandaian yang cukupan ini tidak terlalu kelihatan tertutupi dengan kelakuannya yang tomboy. Ia lebih suka berkawan dengan laki-laki daripada kawannya yang perempuan. Kesukaannya kebut-kebutan juga terbawa sampai SMA, kalau dulunya memakai sepeda motor sekarang memakai mobil. Rasa cinta mulai menimbulkan dilemma dalam dirinya, dan banyak konflik dalam kepribadiannya dan juga kawan-kawannya serta lingkungannya. Namun dengan perubahan ini tidak membuat Puspa menjadi lemah tapi justru mengantarkannya menjadi seorang artis yang terkenal, banyak membintangi senetron dan layar lebar sehingga namanya menjadi tenar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Nariyem, seorang pembantu keluarga Hendra, pandai masak, rajin merawat rumah, dan menjalankan pekerjaan rumah tangga. Suka menebar gossip dan banyak bicara ada saja cerita yang dibuatknya. Kadang malah banyak menimbulkan runyam sebuah permasalahan, sehingga banyak konflik yang runyam. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Dengan keuletannya dalam menjalankan usahanya, pak Hendra berhasil mengembangkan industrinya. Ia mampu mengubah image masyarakat Indonesia untuk kembali ke Alam dengan semboyan gerakan “Back to Nature”. Hasil produksi jamunya mampu menyembuhkan berbagai penyakit dan tanpa efek samping. Selain itu jamunya pak Hendra juga banyak direkomendasi oleh dokter untuk diminum pasiennya, sebagai alternatif untuk penyembuhan pangganti obat kimiawi, karena ternyata memang manjur. Sehingga jamunya mampu bersaing dengan obat kimiawi. Banyak masyarakat yang beralih menggunakan jamu pak Hendra sebagai pengobatan penyakitnya. Seiring dengan ketenaran jamu pak Hendra juga banyak menimbulkan permasalahan, persaingan antar perusahaan, pemalsuan, dan lain-lain dalam rangka untuk merusak dan menjatuhkan perusahaan pak Hendra. Dengan kepiawaiannya pada akhirnya pak Hendra mampu menepis segala rintangan yang menimpa perusahaannya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Kisah ketenaran dan banyaknya konflik yang dialami pak Hendra, sangat berpengaruh dalam gaya hidupnya. Koleksi mobil mewah, burung perkutut,<span> </span>dugem, minuman keras, dan mulai berani selingkuh. Kondisi seperti ini sampai menimbulkan konflik di keluarganya. Hal inilah yang kemudian menghancurkan hidupnya dan keluarga. Hal ini sampai pada puncaknya dengan pertengkaran Hendra dengan Elisa, pada akhirnya Elisa harus meninggalkan rumah dengan anak-anaknya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Perubahan psikologis dan karakter Hendra sangat jauh dari sikapnya ketika belum terkenal, Elisa tak habis pikir dan sangat menyayangkan kejadian ini, ia hanya kasihan pada anak-anaknya. Harapannya hal ini tidak mempengaruhi prestasinya disekolah. Elisa tahu apa yang dilakukan suaminya suatu cobaan yang sangat berat, hampir saja ini mempengaruhi jiwanya, namun <span> </span>ia berusaha untuk tetap tegar dan menyanyangi keluarganya, terutama anak-anaknya, suaminya, seburuk apapun ia tetap suaminya dan akan tetap setia. Ia percaya semua itu hanya ujian yang harus dijalaninya. Ia tetap seorang ibu yang memperhatikan keluarganya, dan membimbing anak-anaknya menuju kedewasaan. Elisa tetap mendorong dan memotivasi anak-anaknya untuk mandiri dan berprestasi dalam studinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;">Sementara itu banyak yang menyanjung kekayaan Hendra, sehingga menjadikannya lupa daratan semakin menjadi-jadi berpesta pora, kehidupannya dari kafe satu ke yang lainnya, dan ia lupa daratan. Sampai akhirnya perusahaannya mengalamai deficit, yang mengakibatkan kreditnya tidak terbayarkan. Yang pada akhirnya ia jatuh bangkrut, hartanya habis, perusahaannya kolaps, perusahaannya dan rumahnya disita bank, sehingga ia terusir dari rumahnya sendiri, hidup sebatangkara tidak ada lagi yang peduli padanya setelah jatuh miskin, ia menjadi gelandangan yang hidupnya menggantungkan belas kasihan orang lain. Pada kondisi seperti ini ia baru menyadari kalau selama ini telah berbuat salah dan mengabaikan keluarganya. Ia mulai teringat istrinya, Elisa yang setia, anak-anaknya. ia melihat anaknya Puspaningrum menjadi artis, melihat iklannya dimana-mana, bilang bahwa artis ini adalah anaknya, namun orang lain tidak percaya dan menganggapnya gila. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"><span> </span>Hendra tertabrak mobil, kemudian dibawa ke rumah sakit dimana Bramatya bertugas. Kejadian inilah yang membawanya kembali ke keluarganya, istrinya dan anak-anaknya, meskipun banyak pertentangan dan konflik antara menerima atau tidak akhirnya Hendra dapat diterima oleh keluarganya dan kembali menjalani kehidupan yang normal dan bahagia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<br />Posted in Special  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nuryadin007.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nuryadin007.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nuryadin007.wordpress.com&amp;blog=4549287&amp;post=12&amp;subd=nuryadin007&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nuryadin007.wordpress.com/2008/12/30/sinopsis-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/33799d5bd9d303bf2d2cb744125471ae?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nuryadin007</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
